Haryono Umar Dilantik Menjadi Irjen Kemdikbud

Jakarta – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2011, Haryono Umar, resmi dilantik sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Haryono dilantik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, pada Jumat pagi, (9/03), di Aula Utama Kemdikbud. Sebelumnya, Haryono telah menjadi pelaksana tugas (Plt) Irjen Kemdikbud sejak Januari 2012.

Dalam sambutannya, Mendikbud M. Nuh memberikan empat pesan penting untuk diperhatikan Irjen Kemdikbud yang baru. Pertama, Irjen Kemdikbud harus menyiapkan satu sistem agar pungutan-pungutan liar di sekolah bisa diberantas. Selain di sekolah, pungutan liar yang terjadi di seluruh lini, baik di pusat maupun daerah yang memberikan layanan pendidikan dan kebudayaan, juga harus diberantas. “Termasuk pungutan-pungutan yang tidak dibenarkan, kepada para guru, calon pegawai, dan sebagainya. Mulai 2012 kita bertekad memberantas pungutan-pungutan liar yang sama sekali tidak bisa ditolerir,” tegas Menteri Nuh.

Kedua, Menteri Nuh mengingatkan salah satu agenda penting yang sangat strategis, yaitu mempersiapkan pendidikan anti korupsi. Ia berpesan kepada Haryono untuk senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan direktorat-direktorat terkait dan unit utama lain, agar pendidikan anti korupsi bisa dijalankan dengan baik. Ia mengatakan, pendidikan anti korupsi merupakan tugas yang tidak pernah berhenti dan harus dimulai. “Untuk memulai, butuh komitmen dan energi yang sangat besar. Tapi yakinlah kalau sudah berjalan, akan mudah dilaksanakan”.

Ketiga, selain menjalankan tugas-tugas yang lazim sebagai Irjen, Haryono diminta senantiasa memberikan pendampingan dan edukasi kepada seluruh jajaran yang ada di Kemdikbud. Pendampingan ini ditujukan agar semua pihak bisa selamat menjalankan tugas-tugas yang diamanahkan, tanpa terjebak dalam penyimpangan yang tidak diketahui. “Tidak boleh Irjen mengambil posisi di akhir semata, dan membiarkan penyimpangan terjadi, sehingga menyebabkan seseorang terjebak akibat ketidaktahuan penyimpangan di awal,” tutur Menteri Nuh. Pendampingan Irjen ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi.

Terakhir, Menteri Nuh berpesan untuk sama-sama membangun budaya dan atmosfir suasana bekerja sama yang baik di lingkungan Kemdikbud, dan nilai-nilai bersih yang memiliki integritas tinggi dan jauh dari penyimpangan-penyimpangan. “Pada dasarnya kita semua memiliki semangat dan tekad yg sama. Karena itu pencegahan edukasi harus kita lakukan,” ucapnya. (DM)

Dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Iklan
Categories: Berita | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: