Kemah Remaja Cetak Pelatih Pendidikan Karakter

Lembang — Kemah Remaja Pendidikan Karakter Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk pertama kalinya diselenggarakan pada 13-18 Maret 2012. Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  memilih 25 SMA negeri dan swasta di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi sebagai proyek percontohan dalam kegiatan ini. Kemah Remaja berlangsung di Lembang, Jawa Barat.

Tema yang diangkat adalah “Meningkatkan Kematangan Jiwa dan Kestabilan Emosi dalam Pembentukan Sikap dan Perilaku Terpuji”. Sekolah yang dipilih masing-masing mengirimkan 20 orang, yang terdiri dari 18 siswa dan dua guru. Pemilihan sekolah dilakukan dengan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Salah satu pertimbangannya adalah sekolah yang dinilai rawan atau berpotensi terjadi tindak kekerasan.

Direktur Pembinaan SMA Ditjen Dikmen Totok Suprayitno mengatakan, salah satu materi yang diberikan kepada peserta Kemah Remaja adalah kepramukaan dan kepemimpinan. “Di sekolah, selain Pramuka, juga mau dihidupkan revitalisasi nilai-nilai Palang Merah Remaja (PMR). Jadi ada unsur-unsur kemanusiaan, melalui kegiatan seperti donor darah, dan lain-lain,” ujarnya setelah pembukaan Kemah Remaja di Lembang, pada Rabu (14/03) pagi.

Pendidikan karakter melalui metode kemah ini digunakan untuk membawa peserta pada suasana alam, juga untuk mendorong aktualisasi karakter dalam kegiatan praktik sehari-hari. Untuk ke depannya, Kemah Remaja Pendidikan Karakter diharapkan bisa dijalankan di setiap provinsi, sehingga semakin banyak sekolah dan siswa yang mendapatkan manfaat dalam pengembangan pendidikan karakter melalui metode kemah tersebut.

Totok menuturkan, Kemah Remaja ini bertujuan mencetak trainer, baik siswa maupun guru, yang nantinya akan bekerja sama membuat program pendidikan karakter untuk diimplementasikan di sekolah. “Real thing-nya di sekolah.,” katanya. Kemudian untuk membantu berjalannya program pendidikan karakter di sekolah, Kemdikbud melalui Ditjen Dikmen Direktorat Pembinaan SMA akan memberikan bantuan/block grant untuk sekolah. “Sekitar Rp20 juta per sekolah. Itu untuk insentif saja,” tutur Totok.  (DM)

Dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Iklan
Categories: Berita | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: