Integrasi Kebudayaan Tantangan Kemdikbud

Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ainun Na’im melantik enam belas pejabat eselon dua di lingkungan Kemdikbud, hari Jumat (30/03). Dari enam belas pejabat yang dilantik, sembilan orang di antaranya adalah pejabat baru yang akan memegang tanggung jawab pada fungsi kebudayaan.

“Pelantikan pejabat kebudayaan ini merupakan kelanjutan dari serah terima fungsi kebudayaan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke Kemdikbud awal pekan ini,” ujar Na’im saat memberi sambutan seusai pelantikan di Gedung C Kemdikbud, Jumat (30/03).

Na’im menjelaskan, ada tiga item yang diserahterimakan pada Senin lalu. Sumber daya manusia, aset, dan anggaran fungsi kebudayaan. Anggaran awal yang diserahkan senilai Rp530 miliar. Jika semua proses berjalan lancar, kata Na’im, pada penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2012 ini anggaran fungsi kebudayaan meningkat menjadi Rp1,7 triliun. “Ini merupakan tantangan kita untuk mengelola fungsi kebudayaan dengan baik,” katanya.

Dalam acara ini, Kepala Biro Keuangan Yusrial Bachtiar juga dilantik, Marulus Panggabean sebagai Inspektur Tiga Inspektorat Jenderal, Abdillah sebagai Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Endang Caturwati sebagai Ketua Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, Rudyk Nababan sebagai Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah I Medan, Sri Sujanti sebagai Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah IV di Semarang, dan Antonius Budi Priadi sebagai Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Menengah.

Meski telah bertugas sebagai Kepala Biro Keuangan, Na’im meminta kepada pejabat yang lama, Subagyo, untuk mendampingi pejabat baru dalam rangka mempercepat proses audit keuangan. Dan dengan adanya integrasi fungsi kebudayaan ke fungsi pendidikan, adalah tantangan bagi Kemdikbud untuk membangun karakter dan jati diri bangsa. “Ini salah satu unsur mengapa fungsi kebudayaan tidak bisa dipisahkan dari pendidikan,” ujar Na’im.

Terakhir Na’im menyampaikan, pengintegrasian fungsi kebudayaan dalam fungsi pendidikan bukan hanya terletak pada fisik, tapi juga pada nilai. Salah satu tugas yang diembankan pada fungsi kebudayaan adalah untuk memperjuangkan situs-situs budaya Indonesia di kancah internasional. “Situs-situs budaya harus diperjuangkan untuk memperoleh sertifikasi dan pengakuan dari dunia,” tandasnya. (AR)

Dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Iklan
Categories: Berita | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: