Sastra Media Diplomasi Budaya

Jakarta — Guna merefleksikan kembali estetika lokal, tradisi tutur dan tradisi tulis di kalangan sastrawan Indonesia, Kemdikbud dan Bale Sastra Indonesia menggelar Temu Sastra Indonesia (TSI) di tujuh kota. Program yang telah berlangsung sejak Oktober ini telah mempertemukan sastrawan-sastrawan yang berada di Lebak, Malang, Padang, Banjarmasin, Palu dan Kupang. Puncaknya, Jakarta akan menggelar TSI sebagai kota ke-tujuh di Galeri Nasional pada 21 November.

Kegiatan temu sastra bertujuan untuk menguatkan potensi sastrawan dan apresiasi masyarakat di penjuru nusantara dan menguatkan kesenian dan kesusasteraan lokal di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi ajang dialog, saling memperkenalkan gagasan dan kekuatan tradisi di wilayahnya masing-masing untuk menguatkan dinamika khasanah kesusasteraan Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan, temu sastra di Jakarta akan menggali berbagai informasi kesusasteraan sekaligus menyusun strategi-strategi bagaimana sastra bisa ditanamkan ke generasi muda dan dikembangkan ke dunia internasional. “Untuk menanamkan kepada generasi muda, salah satunya adalah dengan menggandeng sekolah sebagai basis menanamkan budaya dan sastra,” kata Wiendu pada jumpa pers di kantornya, kemarin, Senin (19/11).

Sedangkan untuk pengembangan sastra Indonesia ke kancah dunia, kata Wiendu, salah satu cara untuk memperkenalkan sastra Indonesia ke dunia internasional adalah dengan menghubungkan program ini dengan program rumah budaya yang ada di 10 negara, diantaranya Jepang India, Perancis, Amerika, Australia, China, Turki, dan Inggris. “Akan menjadi pula rumah sastra Indonesia, dengan cara menterjemahkan karya sastra yang kita miliki ke bahasa 10 negara tersebut,” katanya.

Dengan cara seperti itu, diplomasi budaya akan meningkatkan dan memperkuat image positif Indonesia. Saat ini, index terjemahan sastra dalam negeri yang diterjemahkan dalam bahasa non Indonesia masih sangat sedikit. Dengan adanya rumah sastra, terjemahan sastra Indonesia akan mengalami lonjakan.

Temu sastra di Jakarta akan menghadirkan nara sumber antara lain Sutardji Calzoum Bachri, Abdul Hadi WM, Herdi Sahrasad dan Chairil Gibran Ramadhan. Adapun peserta merupakan gabungan dari berbagai unsur, yaitu: sastrawan, guru, generasi muda, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. (AR)

Dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Iklan
Categories: Berita | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: